oleh

Aksi Bersih Gua Togi Ndrawa, Gua Prasejarah Hunian Masyarakat Nias Purba 12.000 Tahun Lalu

Mediafonna.id | Gunungsitoli – Komunitas Nias Indah Bebas Sampah (NIAS) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kota Gunungsitoli melakukan Aksi Aksi Bersih Sampah/ Clean Up 4 di Gua Togi Ndrawa, yang berada di Desa Lelewönu Niko’otanö, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara, Sabtu, 29 April 2023.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Pemerintah Kecamatan Gunungsitoli dan Pemerintahan Desa Lelewönu Nikootanö, serta didukung oleh masyarakat sekitar, sebagai wujud kepedulian terhadap gua, yang menurut hasil riset para arkeolog merupakan salah satu gua tertua di Indonesia yang pernah dihuni manusia pada dua belas ribu tahun yang lalu.

Gua Togi Ndrawa ini pernah diteliti oleh tim Universitas Airlangga dan Yayasan Pusaka Nias pada tahun 1995, kemudian diteliti oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara pada tahun 1999-2000, dan diteliti kembali oleh International Research Development (IRD) Perancis yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi Medan pada tahun 2002.

Hasil riset-riset tersebut menyimpulkan bahwa Gua Togi Ndrawa merupakan perjalanan sejarah kehidupan masyarakat Nias purba yang memberikan akar budaya pada masa Mesolitik, namun kemudian didominasi dengan budaya Neolitik/Megalitik, dengan temuan-temuan berupa sisa ekofak moluska dan hewan, serta etnoarkeologi dalam kaitannya dengan pemanfaatan bahan pangan moluska oleh penghuninya.

Selain Gua Togi Ndrawa, di Indonesia memang cukup banyak dijumpai berbagai tinggalan prasejarah yang sangat tua, dan rata-rata ditemukan di gua-gua yang berada di kawasan karst (kapur), seperti halnya temuan lukisan gua tertua di dunia, yaitu di Gua Leang Tedongnge yang berada di kawasan karst Maros- Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kegiatan clean up diawali dengan jelajah medan yang diikuti oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli beserta tim NIAS, menyusuri jalan setapak dengan tangga berbatu sepanjang 865 meter menuju gua yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Gunungsitoli ini.

Jalan setapak dengan batu bersusun ini merupakan salah satu rute yang sangat bagus bagi pecinta olahraga hiking, karena selain terdapat beberapa spot yang memiliki kemiringan 45 derajat, juga ditunjang oleh suasana alam yang masih asri di kiri dan kanan jalan, yang tentunya akan sangat menarik untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai tempat healing.

Kegiatan Clean Up kali ini meliputi pembersihan rumput, tanaman liar, dan sampah-sampah yang berada di sekitar gua, baik di luar maupun di dalam gua.

Mei Kristiani Nduru, Ketua Komunitas NIAS (Nias Indah Bebas Sampah) menyampaikan bahwa kegiatan Clean Up ini sebagai wujud dukungan dalam menjadikan Pulau Nias yang indah dan bebas sampah. Ia sangat mengapresiasi partisiapasi aktif dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli, Dinas Pariwisata & Kebudayaan, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa, serta seluruh masyarakat yang telah mengambil bagian dalam aksi ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli, Arianto Zega, SE., MM., menyatakan, “Dinas Lingkungan Hidup selalu mendukung penuh kegiatan Clean Up seperti ini. Dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, kami akan selalu siap menerjunkan tim dalam setiap aksi.”

“Kami berharap kegiatan yang merupakan inisiatif dari komunitas ini dapat menginspirasi masyarakat maupun komunitas yang lain,” lanjutnya.

Sementara itu, Sonitehe Harefa, PJ Kepala Desa Lelewönu Nikootanö, menyambut baik kegiatan Clean Up ini dan mengucapkan terimakasih kepada Komunitas NIAS yang telah menggerakkan aksi bersih sampah ini. Sembari menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan ada pemasangan penerangan lampu di sekitar Gua Togi Ndrawa untuk ini menambah kenyamanan pengunjung.

Sekretaris Camat Gunungsitoli, Reka Gulo juga menyampaikan dukungan dari pihak Kecamatan Gunungsitoli atas aksi ini dan akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintahan Desa untuk kegiatan yang berkelanjutan. (Red/KZ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed